Skip to main content

Jurnal Singkat Perbedaan Cara dalam Suatu Penelitian

Perbedaan Cara dalam Suatu Penelitian

Septhian Yoga Syahputra

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Pendahuluan
Tujuan manusia melakukan penelitian terhadap suatu fenomena adalah untuk mencari kebenaran ilmu pengetahuan. Pertanyaan mendasar yang muncul kemudian adalah bagaimana cara memperolehnya? Tentu, jawaban yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan metodologi. Dalam hal ini, metodologi menjadi ciri khas dalam ilmu pengetahuan itu sendiri beserta kelebihan dan kekurangannya. Termasuk juga pendekatanpendekatan yang selama ini berkembang.
Pendekatan dalam riset ilmu-ilmu sosial sampai saat ini juga masih menjadi perdebatan panjang di antara para ahli. Di antara ilmuwan sosial yang terlibat dalam perdebatan metodologi riset sosial tersebut adalah Auguste Comte, Emile Durkheim, Karl Marx, John Stuart Mill, dan Max Weber. Mereka terpecah menjadi tiga kelompok besar yang mewakili pemikiran masing-masing, yang kemudian sering disebut sebagai perspektif ataupun paradigma. Ketiga perspektif tersebut adalah positivistik, interpretatif, dan kritis. Yang termasuk dalam perspektif positivistik adalah Auguste Comte, Emile Durkheim, dan John Stuart Mill. Perspektif interpretatif didalangi pemikiran Max Weber dan dikenal dengan Interpretatif Social Science (ISS). Sementara pemikiranpemikiran kritis Karl Marx memunculkan perspektif Critical Social Science (CSS) (Neuman, 2006: 70).

Pembahasan
Pembahasan paling utama dari pendahuluan dan abstrak yaitu mengenai ‘ TRIKOTOMI PARADIGMA PENELITIAN NEUMAN’ Neuman tersebut menjelaskan  mengenai penelitian social itu dibagilah menjadi tiga kelompok yaitu 1) Positivism social scene, 2) Interpretative social science, 3) Critical social science dari ketiga kelompok tersebut masing masing memiliki pengertian tersendiri, seperti dibawah ini
1.       Positivism social scene adalah sebuah pendekatan yang berakar pada paham ontology realism yang menyatakan bahwa realitas berada dalam kenyataan dan berjalan sesuai dengan hukum alam.
2.       Interpretative social science adalah dalam konteks ilmu komunikasi berpendapat bahwa ilmu social dibutuhkan  untuk mengkaji kebermaknaan tindakan social atau tujuan dari tindakan social. Karena dalam pendekatan ini penelitian harus memahami alas an seseorang atau motivasi seseorang dalam melakukan suatu tindakan
3.       Critical social science adalah sebuah pendekatan  yang juga memiliki keyakinan bahwa nilai-nilai yang dianut oleh periset ikut serta dalam menentukan kebenaran sesuatu hal. Sehingga aliran ini sangat menekankan konsep subjektivitas dalam menemukan suatu ilmu pengetahuan.
Selain itu pembahasan kedua terdapat juga 8 asumsi paradigma metode penelitian seperti, 1) Alasan melakukan penelitian, 2)Sifat dasar realitas social, 3)Tentang sifat dasar manusia, 4) Hubungan ilmu pengetahuan dengan pendapat umum, 5)Pandangan tentang teori, 6)Penjelasan tentang kebenaran, 7)Tentang data yang baik, 8)Tentang nilai
Dari 8 asumsi diatas masing masing memiliki penjelasan serta artian khusus mengenai suatu asumsi yang terkemuka untuk menjelaskan mengenai metode penelitian.
Selanjutnya pembahasan ketiga mengenai penjelasan ‘PENELITIAN FEMINIS DAN POSMODERN’dimana menjelaskan dua jenis penelitian atau riset pada pembahasan ketiga ini yaitu, 1) Riset Feminis dan 2)Riset Posmodern Penjelasan masing masing penelitian atau riset ada di bawah ini :
1.       Riset Feminis adalah suatu riset yang biasa dipelopori oleh kaum perempuan, karna perempuan memiliki perbedaan dengan kaum laki-laki dalam hal belajar dan cara mengekspresikan mereka sendiri. Jadi Riset ini lebih sering terjadi terhadap perempuan daripada ke laki-laki
2.      Riset Posmodern adalah bagian besar dari gerakan postmodern atau pemahaman yang berkembang tentang dunia kontemporer seperti contohnya seni, music, sastra dan kritik budaya.
Dan pembahasan yang terakhir adalah mengenai ‘DESAIN METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF’ dimana masing masing metode ini berbeda dari cara penelitiannya sampai dengan perhitungan datanya dimana mana pasti memiliki kelebihan dan memiliki kekurangan loh!
1.       Desain Metode Kualitatif adalah dimana urutannya seperti ini, 1)Pemakaian istilah seperti kasus dan konteks, 2)Teori grounded, 3)The Context is critical; 4)Brikolase, 5) kasus dan proses serta interpretasi. Berbeda dengan
2.       Desain Metode Kuantitatif adalah dimana urutannya seperti ini, 1)Variable dah hipotesis, 2)Kausalitas teori dan hipotesis, 3)Aspek penjelasan, 4)Kesalahan potensial dalam penjelasan kausalitas.

Kesimpulan
                Kesimpulan dari diatas adalah tentu suatu penelitian mempunya cara dan perhitungan sendiri, mulai dari penjelasan paradigm, 8 asumsi saat metode penelitian, perbedaan feminis dan postmodern dan yang terakhir adalah dimana perbedaan desain antara metode kualitatif dan kuantitatif pada metode penelitian, jadi masing masing mempunyai cara dan perhitungan tersendiri tanpa harus sama semua tentunya. Maaf untuk ringkasan atau isi tugas ini sempurna hingga nanti ada yang menyempurnakan tugas atau ringkasan ini denga sebaik mungkin, terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

Abadi, Totok Wahyu. 2011.  KALAMSIASI : Makna Metodologi Dalam Penelitian. Sidoarjo: Pusat Studi  Komunikasi dan Kebijakan (PSKK) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Comments

Popular posts from this blog

CONTOH SOAL PPKn 2015 - 2016 Dengan Jawaban

1.Salah satu perbutatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil disebut
a. kejahatan apartheid
b. kejahatan perang
c. kejahatan kemanusiaan
d. kejahatan genosida
e. kejahatan berat
Jawaban : C

2.Hak asasi manusia metupakan hak asasi yang melekat secara kodrati pada setiap manusia merupakan pendapat dari ….
a. Thomas Hobbes
b. John Locke
c. Thomas Aquainas
d. Plato
e. Frans Magnis Suseno
Jawaban : B

3.Berikut contoh kasus pelanggaran HAM di masyarakat seperti dibawah ini, kecuali ….
a. pemaksaan kerja kepada anak dibawah umur
b. sanksi terhadap siswa yang tidak mengerjakan tugas
c. penganiayaan orang tua terhadap anaknya
d. tidak diberikannya upah pembantu rumah tangga oleh majikannya
e. memberikan kejutan ulang tahun dengan cara vandalism kepada teman
Jawaban : B

4.Berikut yang bukan termasuk dalam hak social budaya adalah
a. hak memperoleh pendidikan
b. hak memperoleh pengajaran
c. hak…

[Paket] Tugas PKN BAB 7

SOAL :




JAWABAN :

Tugas Mandiri 7.1 Hal 23 : 
- Otomatis negara kita akan hancur dan ancaman dari luar negeri itu akan bebas keluar masuk ke negara kita bisa bisa negara dikuasai semua oleh negara asing atau luar negri

Tugas Mandiri 7.2 Hal 27 : - Yang jelas negara kita hancur dari dalam 
ancaman non militer kan banyak sisi 
seperti korupsi itu menurut saya termasuk ancaman non militer 
lama kelamaan negara itu akan tenggelam oleh penjajahan diri nya sendiri dan bisa disebut juga buduh diri didalam negara tersebut 
Tugas Kelompok 7.1 Hal 32 :
Politik luar negeri merupakan fornulasi antara kepentingan domestik dengan keadaan konstelasi politik internasional. Bukan hanya berdasarkan pada kepentingan nasional suatu negara, melainkan politik luar negeri juga harus mempertimbangkan keadaan dunia. Dalam pembahasan kali ini, aktor intelektual memiliki peranan sangat penting dalam menentukan arah kebijakan politik luar negeri negara tersebut.

Dalam kaitannya dengan politik luar negeri Indonesia, setiap…

[Paket] Tugas PKN BAB 9

SOAL :











JAWABAN :  Tugas Mandiri 9.1 1.Ya Alasan : Karna dapat mengganggu acara tersebut 2.Bukan Alasan : Karna memang harus dan wajib kalo para korupsi dipenjarakan 3.Ya Alasan : Agar bisa saling menguntungkan di kita juga dan dipimpinan juga 4.Bukan Alasan : Prilaku yang dibuat itu tidak baik , lebih baik memilih dengan adil 5.Ya Alasan : Iya memang harus itu biar tidurnya nyenyak 6.Ya Alasan : Agar tidak terjadi kesalah fahaman dan bisa digunakan dengan sebagaimana yang harus dilakukan 7.Ya Alasan : Agar aktif dan pintar , tidak hanya diam dan pasif apalagi tidak menghasilkan sesuatu 8.Ya Alasan : Sebagai warga negara harus wajib memilih untuk memimpin negara ini secara adil dan bertanggung jawab 9.Bukan Alasan : Meskipun kita warga biasa kita harus terus mengontrol kebijakan pemerintah dalam bertindak 10.Bukan Alasan : Harus berifikir sebelum bertindak apakah yang saya lakukan benar?
Budaya Politik Indonesia adalah : Budaya Politik Indonesia merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegar…